Kuliner KulinerCerita, tips, dan rekomendasi yang dipersiapkan dengan rapi.
food

Menikmati Kuliner Murah di Suwawa: Cerita dari Pasar Pagi

Kisah penulis saat berburu jajanan murah di pasar pagi Suwawa. Dari onde-onde hingga pisang goreng, semua bisa dinikmati tanpa merogoh kocek dalam.

20 May 2026 · 2 menit baca · oleh Redaksi Kuliner
Menikmati Kuliner Murah di Suwawa: Cerita dari Pasar Pagi

Kabut pagi masih menyelimuti Suwawa ketika aku pertama kali tersasar di antara riuh rendah pasar. Aroma khas minyak kelapa dan gula merah langsung menyambut, membangkitkan kenangan masa kecil. Tanpa kusadari, pandanganku tertumbuk pada deretan kue tradisional berjajar rapi di sebuah gerobak kayu usang. Begitulah petualangan kuliner murahku bermula.

Warung Legendaris Bu Rini

Di sudut Jalan Pahlawan yang agak tersembunyi, Bu Rini sudah membuka lapaknya sejak dini hari. Bau harum pisang goreng baru matang selalu menjadi penanda lokasi warung sederhananya. Harganya? Cuma dua ribu per biji! Awalnya sempat ragu dengan kualitasnya, tapi satu gigitan langsung bikin ketagihan.

Yang bikin betah bukan cuma rasanya yang nikmat. Bu Rini punya kebiasaan unik sambil menggoreng, ia suka berbagi cerita dan tips masak. Pernah suatu hari ia bocorin rahasia biar onde-onde nggak meletus, "Adonannya jangan kebanyakan air, Nak". Aku coba praktekin di kosan, hasilnya lumayan meski masih kalah sama buatan tangan ahli seperti Bu Rini.

Menurut Wikipedia, pisang goreng memang termasuk jajanan pasar paling populer. Tapi di warung ini, rasanya beda banget. Mungkin karena proses menggorengnya yang sabar, satu per satu, bukan asal cepet selesai. Setiap berkunjung selalu ada cerita baru. Pernah suatu pagi aku dapetin pisgor masih anget dengan taburan keju parut, tetap dua rebu per biji!

Kebiasaanku sekarang, tiap akhir pekan pasti mampir sambil bawa termos kopi. Duduk di bangku kayu yang sudah lapuk, ngobrol dengan pedagang lain atau sesama pembeli. Ada bocah kecil yang rajin beli satu pisang goreng pakai uang receh. Bu Rini selalu melayani dengan sabar, bahkan kadang kasih bonus satu biji ekstra.

Hingga kini, warung sederhana ini tetap menjadi tempat pelarian saat isi dompet mulai menipis. Menu baru selalu muncul, minggu lalu ada risoles daging, besok mungkin bakwan jagung. Harganya tetap terjangkau, rasanya? Bikin nagih bangeet! Kadang cuma perlu duduk sebntar sambil menikmati kehangatan yang nggak bisa dibeli dengan uang.

Tag: #kuliner #murah #Suwawa #jajanan tradisional #warung